
Penghargaan DAIKIN Designer Awards 2025 untuk Karya Desain Arsitektur dan Interior Terbaik
DAIKIN menggelar ajang kompetisi tahunan DAIKIN Designer Awards 2025 yang menekankan perpaduan antara estetika dan sistem tata udara dalam karya desain arsitektur dan interior. Dalam acara ini, sebanyak 21 penghargaan diberikan kepada peserta terpilih dari sekitar 1.700 peserta yang mengikuti kompetisi ini. Acara ini menjadi puncak dari penyelenggaraan tahunan yang telah diadakan selama lima tahun terakhir.
Tahun ini menjadi tonggak baru karena DAIKIN memperluas kompetisi ke tingkat internasional melalui kolaborasi dengan Malaysia. Kolaborasi ini melibatkan asosiasi besar seperti MIID, DOMA Initiatives, dan IAI, serta menghadirkan panel juri ternama. Dengan adanya kerja sama ini, DAIKIN berharap dapat menyebarkan inspirasi hunian dan bangunan komersial ideal yang mengedepankan sistem tata udara dan unsur estetika di tingkat ASEAN.
Penyelenggaraan Kompetisi Tahun Ini
Kompetisi DAIKIN Designer Awards 2025 dibuka sejak April lalu dan berlangsung dalam dua kategori besar: profesional dan mahasiswa. Karya-karya yang dinilai dibagi berdasarkan proyek terbangun maupun karya konseptual. Seluruh karya tersebut kemudian dinilai oleh panel juri yang terdiri dari nama-nama besar dalam bidang arsitektur dan desain interior dari Indonesia dan Malaysia.
Panel juri dari Indonesia terdiri dari Tan Tik Lam, Cosmas Gozali, dan Alex Bayusaputro. Sementara dari Malaysia, juri terdiri dari Adjunct Prof. IDr. Joe WH Chan, IDr. Wong Pei San, dan Ar. MunInn Chan. Selain itu, Daniel Mananta juga turut serta sebagai juri tamu khusus pada kategori karya konseptual.
Pemenang Penghargaan DAIKIN Designer Awards 2025
Dalam kategori Proyek Terbangun Arsitektur dan Desain Interior, GeTs Architects menjadi pemenang pertama dengan karya berjudul The Steric Spes. Karya ini memiliki makna tentang bentuk, kenangan, dan harapan, dengan fasad yang responsif terhadap lapisan sekunder berupa blok beton yang tersusun dari pola kisi-kisi. Formzero dan Anima Interior masing-masing menjadi juara kedua dan ketiga.
Untuk kategori konseptual, karya yang memukau juga hadir. Dari kelompok profesional, Dreamlabs Architects memenangkan kategori konseptual arsitektur hunian dengan karya Weave yang terinspirasi dari tradisi tenun. Qhawarizmi Architect dan HOW’s menjadi juara kedua dan ketiga. Sedangkan untuk kategori konseptual arsitektur bagi bangunan Food & Beverages, Severus Andrew Febrian Aristoteles dengan karya In Praise of Nature menjadi pemenang utama.
Solenn Space menjadi agensi desain interior yang memperoleh dua penghargaan sekaligus yaitu kategori konseptual desain interior hunian dan Daniel’s Choice. Karyanya Defying The Ordinary: A Narrative of Bold Intimacy berhasil menarik perhatian juri dengan gagasan eksplorasi keintiman melalui geometri pahatan, palet warna cerita, dan material taktil.
Karya Mahasiswa yang Menarik Perhatian
Dari kelompok mahasiswa, karya-karya yang masuk tidak kalah menarik. V House karya Syaukat Zidane, Micko Ferdinand Nusadi, dan Rachmat Hidayat menjadi pemenang utama kategori konseptual desain interior hunian. Di bagian konseptual arsitektur hunian, Umah Nataran karya Muhammad Hendy Gymnastiar dan I Wayan Balitar Yana terpilih sebagai pemenangnya.
Harapan untuk Peserta dan Masa Depan Kompetisi
Shinji Miyata, Presiden Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia, menyampaikan harapan bagi para peserta untuk terus berkarya dan menularkan inspirasi tentang hunian ideal dan bangunan komersial kepada lebih banyak orang. Ia menegaskan bahwa semangat awal lahirnya kompetisi ini adalah menjadi tempat awal bertumbuhnya ide-ide tentang hunian ideal dan bangunan komersial yang dapat saling menginspirasi di antara seluruh peserta.