Sejarah dan Fakta Menarik tentang Basilika Bunda Maria dari Guadalupe
Basilika Bunda Maria dari Guadalupe adalah salah satu tempat ziarah yang paling penting bagi umat Katolik Roma. Terletak di kaki Bukit Tepeyac, Villa de Guadalupe, Meksiko City, basilika ini tidak hanya menjadi pusat peribadatan tetapi juga simbol kepercayaan dan iman yang kuat. Tempat ini terkenal karena menyimpan kain tilma yang berlukiskan Bunda Maria dari Guadalupe, yang diyakini sebagai mukjizat oleh banyak umat peziarah. Bunda Maria, sebagai ibu Yesus Kristus, merupakan tokoh utama dalam sejarah Kekristenan dan sangat dihormati oleh umat Katolik.
Kompleks basilika ini terdiri dari dua gereja yang memiliki makna penting. Basilika lama dibangun pada abad ke-17 dan basilika baru dibangun pada abad ke-20 untuk menggantikan basilika lama yang mulai rusak. Keberadaan basilika ini terkait dengan peristiwa iman yang terjadi pada abad ke-16, ketika seorang Indian pribumi bernama Juan Diego Cuauhtlatoatzi mengaku melihat Bunda Maria yang memintanya untuk membangun gereja di tempat ini.
Berikut adalah empat fakta menarik tentang basilika ini:
1. Terdiri atas basilika lama dan basilika baru

Di tempat ini terdapat dua gereja yang diberikan status kehormatan sebagai basilika oleh Vatikan. Yang pertama adalah Basilika Bunda Maria Guadalupe lama (old basilica), atau dikenal dengan nama Templo Expiatorio a Cristo Rey. Basilika ini dibangun pada abad ke-17 oleh arsitek Pedro de Arrieta dengan gaya Barok. Awalnya, bangunan ini memiliki 15 kubah, namun pada abad ke-19 konstruksinya mengalami kerusakan dan dipugar hingga menghilangkan sebagian besar gaya baroknya dan diganti dengan gaya neo klasik.
Yang kedua adalah Basilika Guadalupe baru. Dibangun pada abad ke-20 dari tahun 1974 hingga 1976, bangunan ini dirancang untuk menggantikan basilika lama yang mulai rapuh serta menampung jumlah umat peziarah yang semakin besar. Gaya arsitektur modern dengan kubah besar dan bentuk melingkar seperti tenda membuat basilika ini mampu menampung ribuan jemaat. Di dalamnya terdapat lukisan Bunda Maria dari Guadalupe pada kain tilma, serta mural dari tahun 1980 karya seniman Pedro Medina Guzmán yang berjudul “Karunia Kebangkitan”.
2. Rumah bagi Lukisan Our Lady of Guadalupe yang terkenal

Lukisan "Our Lady of Guadalupe" atau Bunda Maria dari Guadalupe terletak di dalam Basilika baru. Meskipun ada kemungkinan lukisan ini dibuat oleh pelukis ahli, banyak umat yang percaya bahwa lukisan ini adalah mukjizat karena tergambar begitu saja di kain tilma Juan Diego saat Uskup meminta bukti bahwa Bunda Maria meminta gereja dibangun di Bukit Tepeyac. Ketika mawar-mawar itu berguguran, lukisan tersebut muncul secara ajaib di tilmanya.
Masih banyak misteri yang menyelimuti lukisan ini hingga hari ini. Ilmu pengetahuan belum mampu menjelaskan banyak hal tentang lukisan tersebut. Misalnya, kain tilma yang terbuat dari serat tanaman berkualitas rendah hanya mampu bertahan selama sekitar 30 tahun, namun lukisan ini masih bertahan selama hampir 5 abad. Tidak ditemui pola kuas seperti biasa ditemui pada lukisan. Selain itu, lukisan ini juga dipenuhi simbol-simbol detail Indian Aztek yang secara simbolis menjelaskan Kekristenan kepada kaum Indian, sehingga banyak dari mereka akhirnya menerima Yesus Kristus dalam hidupnya.
3. Dikelilingi oleh sejumlah bangunan religius bersejarah

Basilika Bunda Maria Guadalupe dikelilingi oleh sejumlah bangunan religius bersejarah lainnya. Salah satunya adalah The Chapel of the Indians, yang dibangun pada tahun 1649 oleh Lasso de la Vega. Bangunan ini diyakini sebagai kediaman Juan Diego di akhir hayatnya. Ada juga The Chapel of Cerrito, yang dibangun pada tahun 1666 oleh Cristóbal de Aguirre. Menurut kisah tradisi, di tempat ini Juan Diego mengumpulkan mawar sebagaimana diminta oleh Bunda Maria untuk diserahkan kepada Uskup sebagai tanda.
Selain itu, terdapat peninggalan bangunan gereja paroki dan Biara Las Capuchinas yang dibangun pada abad ke-18. Di tempat ini para penduduk Indian pribumi mendapatkan pengajaran Injil. Terdapat juga Tepeyac Pantheon, tempat pemakaman sejumlah tokoh terkenal Meksiko. Gaya arsitektur Barok juga ditemukan pada Kapel Mata Air (Capilla del Pocito) yang dibangun pada abad ke-18 di atas mata air yang dianggap ajaib. Bangunan-bangunan religius di kompleks ini merupakan pusat spiritual dan budaya di Meksiko City, yang memadukan kepercayaan Katolik dengan nilai-nilai budaya masyarakat Indian pribumi.
4. Dikunjungi oleh dua orang Paus

Dua orang Paus pernah melakukan kunjungan ke basilika ini. Yang pertama adalah Paus Yohanes Paulus II, yang mengunjungi basilika sebanyak 4 kali: pada tahun 1979, 1990, 1999, dan 2002. Pada tahun 2002, ia mengkanonisasi Juan Diego sebagai Santo. Upacara kanonisasi dilakukan di basilika baru.
Paus kedua yang mengunjungi basilika ini adalah Paus Fransiskus, yang datang pada bulan Februari 2016 selama kunjungan Apostoliknya ke Meksiko. Ia memimpin Misa yang dihadiri ribuan jemaat dan berdoa secara pribadi di depan lukisan Bunda Maria Guadalupe. Dalam pesannya, Paus Fransiskus menekankan kedekatan Tuhan terhadap kemanusiaan dan kasih-Nya yang selalu memberi pengharapan, seperti yang dialami oleh St. Juan Diego.
Jangan lupa mengunjungi situs religius ini jika nanti ada kesempatan untuk berwisata ke Meksiko.