
Inovasi yang Dilakukan oleh Dirut Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi
Dirut PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, telah melakukan berbagai inovasi untuk menjaga ketersediaan pangan di Tanah Air. Tantangan yang dihadapi olehnya dalam distribusi pupuk dan mewujudkan harapan hilirisasi Presiden RI Prabowo Subianto dengan membangun pabrik soda ash pertama di dalam negeri, menjadi motivasi utamanya.
Inovasi-inovasi yang dilakukan oleh Rahmad Pribadi bermuara pada satu tujuan utama, yaitu keberhasilan menyalurkan jutaan ton pupuk bersubsidi dengan lebih efektif dan tepat sasaran. Salah satu caranya adalah dengan visi dan arahan strategis yang mendorong pemanfaatan teknologi dan sinergi antar anak usaha. Berikut 8 inovasi yang dilakukan oleh Dirut Pupuk Indonesia:
-
Transformasi ke Green dan Blue Amonia
Kehadiran Rahmad Pribadi sebagai Dirut Pupuk Indonesia memiliki alasan yang berarti. Dengan pengalaman selama memimpin anak usaha BUMN tersebut, ia diminta untuk tidak hanya mengembangkan industri pupuk, tetapi juga memimpin transformasi menuju industri petrokimia yang memproduksi green ammonia dan blue ammonia. Kedua energi bersih ini memiliki banyak manfaat, termasuk mengurangi emisi karbon, penyimpanan energi yang efisien, bahan bakar alternatif untuk pembangkit listrik dan transportasi berat, serta sebagai bahan baku pupuk dan industri kimia yang lebih ramah lingkungan. -
Implementasi AI dan Big Data untuk Efisiensi Produksi
Rahmad Pribadi juga mengedepankan pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam meningkatkan produksi yang menunjang efisiensi. Menurutnya, segala hal harus beradaptasi dengan teknologi, termasuk di dunia pertanian, dalam hal ini untuk menjaga ketersediaan pupuk bagi para petani. Pupuk Indonesia memiliki teknologi mutakhir dalam pengolahan data dan pemanfaatannya lewat AI dalam meningkatkan efisiensi produksi. Rahmad menjelaskan bahwa perusahaan menempatkan 32.000 sensor di 48 pabrik. Teknologi ini akan menangkap setiap anomali untuk meningkatkan prediksi-prediksi di masa mendatang, menjadikannya sebagai big data yang bisa dimanfaatkan lewat AI untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. -
Digitalisasi Distribusi Pupuk untuk Meningkatkan Jangkauan dan Efektivitas
Di era modern, teknologi perlu dilibatkan dalam beragam hal, termasuk pendistribusian pupuk demi peningkatan jangkauan dan efektivitas. Pupuk Indonesia mampu meraup Rp 1,3 triliun lewat penerapan inovasi yang dilakukan sepanjang 2023. Salah satu inovasi tersebut adalah platform bernama iPubers. Lewat aplikasi ini, ada kemudahan dalam penyaluran pupuk bersubsidi dengan tercatatnya setiap transaksi secara real time lewat proses yang sangat mudah (petani tinggal tunjukkan KTP saja). iPubers sudah dipakai di puluhan ribu kios di seluruh Indonesia dan kini menjadi andalan dalam penyaluran pupuk distribusi ke tangan petani-petani dalam negeri. -
Pembangunan Proyek Strategis di Wilayah Timur Indonesia
Pembangunan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) di Distrik Arguni, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat menjadi satu dari tiga proyek strategis nasional yang diharapkan bisa mengembangkan wilayah timur Indonesia. Digadang-gadang rampung di tahun 2027, proyek ini bisa mengatasi ketersediaan pelaksanaan program lumbung pangan (food estate) di Papua Selatan, sekaligus sebagai penggerak roda ekonomi wilayah timur Indonesia. -
Perkuat Hilirisasi Industri Petrokimia Nasional
Indonesia saat ini sedang membangun pabrik soda ash pertama di Bontang, Kalimantan Timur. Pembangunan ini memiliki tujuan untuk memperkuat hilirisasi industri petrokimia nasional. Proyek ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan atas impor soda ash dan hilirisasi produk amoniak sebesar 105 ribu ton per tahun. Rahmad berharap, di masa mendatang proyek ini bisa bermanfaat untuk menurunkan emisi karbondioksida (CO2) melalui penyerapan ekses CO2 sebagai bahan baku soda ash, berikut dengan peningkatan pendapatan melalui penjualan soda ash dan ammonium chloride. -
Gelar Kompetisi Inovasi Pupuk dan Pertanian untuk Dukung Swasembada Pangan
Tak hanya efisiensi, inovasi, serta memperkuat hilirisasi. Rahmad Pribadi juga menyibukkan diri dengan menggelar beragam kompetisi inovasi pupuk dan pertanian. Tujuannya adalah memberikan kesempatan bagi kalangan publik untuk ikut menciptakan swasembada pangan nasional. Salah satunya adalah FertInnovation Challenge 2025 yang diadakan hingga 20 November 2025. Sebuah kompetisi dwi-tahunan dari Pupuk Indonesia untuk ciptakan ide-ide transformatif di sektor pertanian dan pupuk dengan melibatkan mahasiswa, dosen, peneliti, startup, hingga profesional di bidang agritech dalam mewujudkan ketahanan pangan lewat pemanfaatan teknologi dan inovasi. -
Penerapan Pertanian Presisi dengan Agrosolution dan PreciX
Pupuk Indonesia juga mendukung penerapan teknologi berbasis data dan sensor dalam mengoptimalkan pengolahan dan hasil pertanian dalam negeri. Dua platform penting yang diandalkan, menurut Rahmad Pribadi, adalah Agrosolution dan PreciX. Agrosolution merupakan program pendampingan dan ekosistem pertanian berkelanjutan dari Pupuk Indonesia kepada para petani. Sementara PreciX adalah adaptasi teknologi untuk menerapkan pertanian presisi. Seperti menggunakan drone dalam memantau status hara tanaman, yang datanya kemudian diolah untuk menghasilkan rekomendasi pemupukan yang akurat bagi petani. -
Peluncuran Pupuk Indonesia Innovation Award 2025 untuk Perkuat Ekosistem Inovasi Pertanian
Untuk melengkapi rangkaian inovasi untuk tingkatkan ekosistem inovasi pertanian, Pupuk Indonesia memberikan apresiasi melalui Pupuk Indonesia Innovation Award (PIIA) 2025. Sebuah program penghargaan inovasi dari PT Pupuk Indonesia untuk memperkuat ekosistem inovasi pertanian. Di tahun ini, acara tersebut memiliki tema Minecraft "Mine the Mind, Craft the Change." Rahmad Pribadi mengajak setiap elemen yang terlibat untuk mampu berkreasi dan berinovasi, layaknya bermain game Minecraft dan membangun dunia bagi siapa saja yang ingin ikut bersama-sama meningkatkan inovasi di dunia pertanian Tanah Air.
Delapan inovasi di atas menjadi senjata bagi Dirut Pupuk Indonesia dalam menciptakan solusi masa depan pertanian kita. Meningkatkan efisiensi, membangun rantai distribusi, hingga memperkuat ekosistem. Sebuah langkah nyata untuk mewujudkan ketahanan pangan bagi Indonesia.