Kronologi Ibu Hamil Ditolak 4 Rumah Sakit di Papua hingga Meninggal, Prabowo Perintahkan Audit

Erlita Irmania
By -
0
Kronologi Ibu Hamil Ditolak 4 Rumah Sakit di Papua hingga Meninggal, Prabowo Perintahkan Audit

Kronologi Kematian Ibu Hamil di Papua

Seorang ibu hamil bernama Irene Sokoy dan bayinya meninggal dunia setelah ditolak empat rumah sakit di Kabupaten dan Kota Jayapura, Papua. Peristiwa ini terjadi setelah Irene melakukan perjalanan panjang dari RSUD Yowari, RS Dian Harapan, RSUD Abepura, hingga RS Bhayangkara tanpa mendapatkan penanganan memadai.

Irene Sokoy adalah warga Kampung Hobong, Distrik Sentani, Jayapura. Menurut informasi yang diperoleh, ia meninggal dalam perjalanan bolak-balik menuju RSUD Dok II Jayapura setelah ditolak beberapa rumah sakit pada Senin (17/11), sekitar pukul 05.00 WIT.

Penjelasan Wakil Menteri Kesehatan

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Menurut Ben, Irene tidak bisa melahirkan secara normal karena memiliki panggul yang kecil sementara berat bayinya cukup besar. Oleh karena itu, dokter menyarankan agar Irene menjalani operasi cesar.

Namun, saat Irene berpindah ke rumah sakit lain yang memiliki alat penanganan medis memadai, terjadi gawat janin dan akhirnya menyebabkan kematian. Ben mengatakan bahwa Kemenkes akan melakukan investigasi di rumah sakit yang meminta keluarga Irene untuk membayar uang muka Rp 4 juta dengan alasan kamar BPJS penuh.

Penjelasan Kepala Kampung

Kepala Kampung Hobong, Abraham Kabey, yang juga mertua almarhum, menceritakan bahwa Irene mulai merasakan kontraksi pada Minggu siang (16/11). Keluarga membawanya menggunakan speedboat menuju RSUD Yowari. Namun, kondisi Irene yang memburuk tidak segera ditangani karena dokter tidak ada di tempat dan pembuatan surat rujukan sangat lambat.

"Pelayanan sangat lama. Hampir jam 12 malam surat belum dibuat," ujar Abraham. Keluarga kemudian membawa Irene ke RS Dian Harapan dan RSUD Abepura, namun kembali tidak mendapat layanan. Perjalanan dilanjutkan ke RS Bhayangkara, tempat keluarga diminta membayar uang muka Rp 4 juta karena kamar BPJS penuh.

Tindakan Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan audit rumah-rumah sakit di Papua usai insiden wanita hamil dan bayinya meninggal dunia setelah ditolak empat rumah sakit di wilayah tersebut. Perintah ini disampaikan Prabowo kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian ketika Tito melaporkan peristiwa itu dalam rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (24/11/2025).

Tito menyampaikan bahwa audit internal akan menyasar pada rumah sakit dan pejabat-pejabat terkait, termasuk pejabat di dinas kesehatan, pejabat provinsi, hingga kabupaten. Audit juga termasuk aturan-aturan di Kementerian Dalam Negeri, termasuk peraturan kepala daerah.

Tim Kemenkes Ke Papua

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan bahwa pihaknya mengirim tiga orang tim ke Papua untuk mengusut kasus ibu hamil bernama Irene Sokoy, yang ditolak empat rumah sakit saat akan melahirkan. Ben memastikan, pemerintah bakal memberikan sanksi tegas jika memang ditemukan kelalaian dari pihak rumah sakit dalam kasus tersebut.

Puan Maharani Minta Evaluasi Kemenkes

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Puan Maharani menyoroti tragedi meninggalnya seorang ibu hamil, Irene Sokoy, beserta bayi dalam kandungannya, setelah diduga ditolak empat rumah sakit (RS) di kabupaten dan Kota Jayapura, Papua. Puan mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar pelayanan rumah sakit, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), agar kejadian serupa tidak terulang.

Puan menyebutkan, kejadian tersebut juga telah menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Orang nomor satu di Indonesia itu juga menyampaikan keprihatinan atas kejadian ini.



Post a Comment

0 Comments

Post a Comment (0)
3/related/default