Menjelang Akhir Tahun, Peritel Berharap Momentum Belanja Nataru Dongkrak Kinerja
Menjelang penghujung tahun, para investor mulai mencermati saham-saham emiten ritel. Harapan besar disematkan pada strategi peritel yang berupaya memanfaatkan momentum belanja akhir tahun, termasuk perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), untuk mendongkrak kinerja penjualan serta laba.
Meskipun demikian, beberapa analis mencatat bahwa kinerja emiten ritel seperti ACES dan ERAA sejauh ini masih dipengaruhi oleh kondisi daya beli masyarakat yang cenderung lemah. Ditambah lagi, proyeksi ekonomi pada awal tahun 2025 diperkirakan masih belum menggembirakan.
"Namun, pada akhir tahun, kinerja emiten ritel semestinya bisa mengalami penguatan karena indeks penjualan ritel diprediksi mengalami pertumbuhan," ujar seorang analis pasar senior dari Mirae Asset Sekuritas.
Sejalan dengan prediksi tersebut, pertumbuhan ekonomi global sejak kuartal II/2025 diperkirakan mulai membaik. Pemerintah juga berencana memberikan stimulus ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Selain itu, momen perayaan Nataru diprediksi akan memberikan dorongan signifikan bagi emiten ritel. Sektor-sektor ekonomi seperti ritel diperkirakan akan sangat diuntungkan dari lonjakan belanja konsumen dan aktivitas perjalanan liburan pada periode akhir tahun.
Pergeseran Tren Belanja dan Peluang Penguatan
Seorang analis dari Panin Sekuritas menyoroti bahwa kinerja fundamental emiten ritel seperti AMRT saat ini cenderung lesu. Hal ini didorong oleh pergeseran tren belanja konsumen yang beralih ke toko-toko kecil yang lebih dekat dengan rumah, serta tren down-trading ke produk-produk yang lebih terjangkau. Meskipun demikian, terdapat sejumlah peluang penguatan kinerja yang bisa dimanfaatkan pada akhir tahun.
"Didorong oleh program Bantuan Subsidi Upah (BSU) maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah," jelas analis tersebut dalam sebuah riset. Program-program ini dinilai mampu mendorong daya beli masyarakat, yang pada gilirannya menjadi katalis positif bagi saham emiten ritel seperti AMRT.
Seorang analis ekuitas dari PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) turut menambahkan pandangannya. Ia menyatakan bahwa pada akhir tahun, ekonomi cenderung meningkat seiring dengan perayaan Nataru. Sektor-sektor seperti ritel, pariwisata, dan perhotelan diprediksi akan mendapatkan manfaat besar dari lonjakan belanja konsumen dan aktivitas perjalanan liburan. Peningkatan permintaan barang-barang konsumsi, seperti pakaian, elektronik, dan makanan, juga akan mendorong sektor manufaktur dan distribusi. Secara khusus, sektor ritel akan diuntungkan dari lonjakan belanja konsumen yang mempersiapkan hadiah atau untuk konsumsi pribadi.
Strategi Promo Menarik dari MDIY dan ACES
Menyambut momentum Nataru, sejumlah emiten ritel telah menyiapkan strategi khusus. Salah satunya adalah pengelola gerai MR DIY, PT Daya Intiguna Yasa Tbk. (MDIY). Direktur Utama MR DIY Indonesia, Edwin Cheah, menyatakan optimismenya menyambut momen Nataru.
"Sebagai salah satu musim yang paling ditunggu, momen ini pastinya selalu dirayakan masyarakat secara umum," ungkap Edwin.
Menjelang momen Nataru, MR DIY telah merancang berbagai program pemasaran dan penawaran khusus untuk memberikan keuntungan lebih bagi pelanggan dalam memenuhi kebutuhan akhir tahun mereka. Beberapa program unggulan meliputi promo akhir tahun dengan diskon yang menarik, cashback, hingga penawaran Tebus Hemat.

Selain itu, perusahaan juga telah menyiapkan beragam dekorasi Natal serta produk-produk berlisensi yang diminati pelanggan, seperti koleksi dari One Piece, Disney Tsum Tsum, Disney Toy Story, Disney Zootopia, Tom & Jerry Gokko, hingga Banana-ya.
"Strategi ini merupakan bagian dari komitmen MR DIY Indonesia untuk terus meningkatkan kenyamanan, aksesibilitas, dan variasi produk yang dibutuhkan oleh seluruh keluarga Indonesia, terutama di musim liburan yang penuh kehangatan ini," tambah Edwin.
Emiten ritel lainnya, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES), juga tidak ketinggalan dalam persiapan menyambut akhir tahun. Head of Corporate Communications & Sustainability Aspirasi Hidup Indonesia, Melinda Pudjo, mengungkapkan optimismenya terhadap peningkatan aktivitas belanja masyarakat menjelang Nataru. Secara historis, periode Nataru selalu menjadi kontributor penjualan terbesar bagi perseroan melalui brand AZKO.
"Karena itu, kami akan memaksimalkan potensi tersebut melalui berbagai program promosi dan inisiatif penjualan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan di akhir tahun," kata Melinda.
Pada tahun ini, ACES akan kembali menghadirkan program Year-End Sale dan menawarkan beragam produk pilihan. Beberapa kategori produk yang akan menjadi sorotan utama meliputi peralatan BBQ, perlengkapan outdoor living, perlengkapan traveling, hingga kitchen appliances.
"Melalui rangkaian promo dan inspirasi produk, kami berharap dapat memberikan pengalaman belanja yang lebih baik bagi pelanggan, sekaligus mendorong pertumbuhan kinerja penjualan yang positif pada kuartal IV tahun ini," ujar Melinda.
Jurus Erajaya Sambut Akhir Tahun
PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) juga optimis menyambut akhir tahun. Meskipun tidak dapat menyampaikan target keuangan maupun proyeksi penjualan secara spesifik kepada publik, ERAA memandang positif prospek bisnis hingga akhir tahun.
"Keyakinan ini didorong oleh strategi ekspansi yang berkelanjutan, penguatan portofolio merek, serta kemampuan kami dalam memahami kebutuhan dan preferensi konsumen di berbagai kategori," ujar Head of Legal Counsel & Corporate Affairs Erajaya Group, Amelia Allen.
Dalam menyambut momentum akhir tahun, ERAA memfokuskan diri pada tiga pilar utama: ketersediaan produk, kesiapan layanan, dan pengalaman pelanggan.
"Kami memastikan rantai pasok berjalan lancar agar pelanggan dapat dengan mudah memperoleh produk yang diinginkan," jelas Amelia.
Selain itu, ERAA memperkuat kesiapan tim di seluruh jaringan ritel untuk menghadirkan layanan yang responsif dan profesional. Perusahaan juga telah menyiapkan berbagai program promosi tematik, baik secara online maupun di gerai offline, yang dirancang agar relevan dengan minat dan kebutuhan pelanggan pada musim liburan. Di sisi lain, ERAA terus memperkuat integrasi antar vertikal bisnis untuk memberikan pengalaman belanja yang lebih menyeluruh dan beragam.
Kinerja Laba Masih Lesu di Tengah Harapan Akhir Tahun
Meskipun ACES dan ERAA berharap dapat meraup peluang peningkatan kinerja pada akhir tahun ini, capaian mereka hingga kuartal III/2025 masih menunjukkan tren yang lesu, terutama didorong oleh pelemahan daya beli masyarakat.
- ACES: Hingga kuartal III/2025, ACES membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp481,09 miliar, mengalami penurunan 16,21% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp574,22 miliar.
- ERAA: ERAA mencatat laba bersih sebesar Rp785,57 miliar per kuartal III/2025, turun tipis 0,7% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp791,16 miliar.
- AMRT: Emiten pengelola Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), membukukan laba bersih sebesar Rp2,31 triliun per kuartal III/2025, turun 3,49% YoY.
- LPPF: PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) mencatat laba bersih sebesar Rp601,14 miliar, turun 3,39% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp622,26 miliar.
Sejalan dengan lesunya kinerja laba, pergerakan harga saham emiten ritel juga turut tertekan. Harga saham AMRT, misalnya, mengalami penurunan 35,79% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) ke level Rp1.830 per lembar pada perdagangan akhir pekan lalu.
Selanjutnya, harga saham ACES turun 46,33% ytd ke level Rp424 per lembar. Saham emiten ritel lainnya, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), turun 8,16% ytd ke level Rp1.295 per lembar, dan harga saham MDIY turun 40,45% ytd ke level Rp1.060 per lembar.